2 Feb 2013

NAHWU DASAR



بسم الله الرحمن الرحيم
أَقْسَامُ الْكَلِمَةُ
PEMBAGIAN KATA

Semua bahasa manusia tersusun dari tiga komponen dasar yaitu:
1.    Satuan bunyi yang disebut "huruf" atau "abjad".
Contoh: م - س - ج - د
2.    Susunan huruf yang memiliki arti tertentu yang disebut "kata".
Contoh: مَسْجِدٌ = masjid
3.    Rangkaian kata yang mengandung pikiran yang lengkap yang disebut "kalimat".
Contoh: أُصَلِّيْ فِي الْمَسْجِدِ   = saya shalat di masjid

Dalam tata bahasa Arab, "kata" dibagi ke dalam tiga golongan besar:
1.    ISIM ( اِسْم ) atau "kata benda". Contoh: مَسْجِد    = masjid
2.    FI'IL ( فِعْل ) atau "kata kerja". Contoh: أُصَلِّيْ         = saya shalat
3.    HARF ( حَرْف) atau "kata tugas". Contoh: فِيْ      = di, dalam

Penggunaan istilah Kata Benda, Kata Kerja dan Kata Tugas dalam tata bahasa Indonesia, tidak sama persis dengan Isim, Fi'il dan Harf dalam tata bahasa Arab. Namun bisalah dipakai untuk sekadar mendekatkan pengertian.

اِسْم عَلَمُ
ISIM 'ALAM (Kata Benda Nama)

Dalam golongan Isim, ada yang disebut dengan Isim 'Alam yaitu Isim yang merupakan nama dari seseorang atau sesuatu.
Di bawah ini beberapa contoh Isim 'Alam (nama) yang terdapat dalam al-Quran:
مُحَمَّد - آدَم - إِدْرِيْس - نُوْح - إِبْرَاهِيْم - إِسْمَاعِيْل - إِسْحَاق - يَعْقُوْب - يُوْسُف - مُوْسَى - سُلَيْمَان - يُوْنُس - عِيْسَى - مَرْيَم - خَدِيْجَة - عَائِشَة - فَاطِمَة - عُمَر - عُثْمَان - جِبْرِيْل - مِيْكَال - لُقْمَان - زَيْد - فِرْعَوْن - قَارُوْن - إِبْلِيْس - عِفْرِيْت - مَكَّة – مَدِيْنَة


مُذَكَّرمُؤَنَّث
MUDZAKKAR (Laki-laki) - MUANNATS (Perempuan)

Dalam tata bahasa Arab, dikenal adanya penggolongan Isim ke dalam Mudzakkar (laki-laki) atau Muannats (perempuan). Penggolongan ini ada yang memang sesuai dengan jenis kelaminnya (untuk manusia dan hewan) dan adapula yang merupakan penggolongan secara bahasa saja (untuk benda dan lain-lain).

Contoh Isim Mudzakkar
Contoh Isim Muannats
عِيْسَى
= 'Isa
مَرْيَم
= Maryam
اِبْنٌ
= putera
بِنْتٌ
= puteri
بَقَرٌ
= sapi jantan
بَقَرَةٌ
= sapi betina
بَحْرٌ
= laut
رِيْحٌ
= angin

Dari segi bentuknya, Isim Muannats biasanya ditandai dengan adanya tiga jenis huruf di belakangnya yaitu:
a)         Ta Marbuthah (ة). Misalnya: فَاطِمَة =Fatimah, مَدْرَسَة =sekolah
b)         Alif Maqshurah (ى). Misalnya: سَلْمَى =Salma, حَلْوَى =manisan
c)         Alif Mamdudah ( اء ). Misalnya: أَسْمَاء =Asma',  سَمْرَاء =pirang
Namun adapula Isim Muannats yang tidak menggunakan tanda-tanda di atas.
Misalnya: رِيْحٌ = angin, نَفْسٌ = jiwa, diri, شَمْسٌ = matahari
Bahkan ada pula beberapa Isim Mudzakkar yang menggunakan Ta Marbuthah.
Contoh: حَمْزَة = Hamzah, طَلْحَة = Thalhah, مُعَاوِيَة = Muawiyah

مُفْرَد - مُثَنَّى جَمْع
MUFRAD (Tunggal) - MUTSANNA (Dual) – JAMAK

Dari segi bilangannya, bentuk-bentuk Isim dibagi tiga:
1)         ISIM MUFRAD (tunggal) kata benda yang hanya satu atau sendiri.
2)         ISIM MUTSANNA (dual) kata benda yang jumlahnya dua.
3)         ISIM JAMAK (plural) atau kata benda yang jumlahnya lebih dari dua.
Isim Mutsanna (Dual) bentuknya selalu beraturan yakni diakhiri dengan huruf Nun Kasrah ( نِ ), baik untuk Isim Mudzakkar maupun Isim Muannats. Contoh:
Mufrad
Tarjamah
Mutsanna
Tarjamah
رَجُلٌ
= seorang laki-laki
رَجُلاَنِ
= dua orang laki-laki
جَنَّةٌ
= sebuah kebun
جَنَّتَانِ
= dua buah kebun
مُسْلِمٌ
= seorang muslim
مُسْلِمَانِ
= dua orang muslim
مُسْلِمَةٌ
= seorang muslimah
مُسْلِمَتَانِ
= dua orang muslimah





Adapun Isim Jamak, dari segi bentuknya terbagi dua macam:
1. JAMAK SALIM ( جمْع سَالِم ) yang bentuknya beraturan:

Mufrad
Tarjamah
Jamak
Tarjamah
اِبْنٌ
= seorang putera
بَنُوْنَ
= putera-putera
بِنْتٌ
= seorang puteri
بَنَاتٌ
= puteri-puteri
مُسْلِمٌ
= seorang muslim
مُسْلِمُوْنَ
= muslim-muslim
مُسْلِمَةٌ
= seorang muslimah
مُسْلِمَاتٌ
= muslimah-muslimah

2. JAMAK TAKSIR (جَمْع تَكْسِيْر ) yang bentuknya tidak beraturan:
Mufrad
Tarjamah
Jamak
Tarjamah
رَسُوْلٌ
= seorang rasul
رُسُلٌ
= rasul-rasul
عَالِمٌ
= seorang alim
عُلَمَاءُ
= orang-orang alim
رَجُلٌ
= seorang laki-laki
رِجَالٌ
= para laki-laki
اِمْرَأَةٌ
=seorang wanita
نِسَاءٌ
=wanita-wanita

Ingat, jangan melangkah ke halaman selanjutnya sebelum mengerti pelajaran di atas dan menghafal semua kosa kata yang baru anda temukan!

 
اِسْم إِشَارَة
ISIM ISYARAH (Kata Tunjuk)

Untuk lebih memahami penggunaan Mudzakkar dan Muannats, serta Mufrad, Mutsanna dan Jamak dalam pengelompokan Isim, kita akan mempelajari tentang Isim Isyarah atau Kata Tunjuk dan Isim Maushul atau Kata Sambung.
Pertama, Isim Isyarah. Pada dasarnya, ada dua macam Kata Tunjuk:
1)    Isim Isyarah atau Kata Tunjuk untuk yang dekat:  هَذَا   =ini
Contoh dalam kalimat: هَذَا كِتَابٌ  = ini sebuah buku
2)    Isim Isyarah atau Kata Tunjuk untuk yang jauh: ذَلِكَ =itu
Contoh dalam kalimat: ذَلِكَ كِتَابٌ = itu sebuah buku

Bila Isim Isyarah itu menunjuk kepada Isim Muannats maka:
1)    هَذَا menjadi: هَذِهِ =ini. Contoh   مَجَلَّة هَذِهِ = ini sebuah majalah
2)    ذَلِكَ  menjadi: تِلْكَ =itu. Contoh: تِلْكَ مَجَلَّةٌ = itu sebuah majalah

Adapun bila Isim yang ditunjuk itu adalah Mutsanna (Dual), maka:
1)         هَذَا  menjadi هَذَانِ. Contoh: هَذَانِ كِتَابَانِ  = ini dua buah buku
2)         هَذِهِ  menjadi هَتَانِ. Contoh: هَتَانِ مَجَلَّتَانِ  = ini dua buah majalah
3)         ذَلِكَ  menjadi ذَانِكَ. Contoh: ذَانِكَ كِتَابَانِ  = itu dua buah buku
4)         تِلْكَ  menjadi تَانِكَ. Contoh: تَانِكَ مَجَلَّتَانِ  = itu dua buah majalah

Sedangkan bila Isim yang ditunjuk itu adalah Jamak (lebih dari dua), maka baik Mudzakkar maupun Muannats, semuanya menggunakan: 
1) هَؤُلاَءِ = ini untuk menunjuk yang dekat. Contoh:
هَؤُلاَءِ كُتُبٌ
هَؤُلاَءِ مَجَلاَّتٌ
ini adalah buku-buku
ini adalah majalah-majalah)
2) أُلَئِكَ = itu untuk menunjuk yang jauh. Contoh:
أُلَئِكَ كُتُبٌ
أُلَئِكَ مَجَلاَتٌ
 itu adalah buku-buku
itu adalah majalah-majalah

Ingat, jangan melangkah ke halaman selanjutnya sebelum mengerti pelajaran di atas dan menghafal semua kosa kata yang baru anda temukan!

اِسْم مَوْصُوْل
ISIM MAUSHUL (Kata Sambung)

Isim Maushul (Kata Sambung) adalah Isim yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa kalimat atau pokok pikiran menjadi satu kalimat. Dalam bahasa Indonesia, Kata Sambung semacam ini diwakili oleh kata: "yang".
Bentuk asal/dasar dari Isim Maushul adalah: الَّذِيْ  =yang.
Perhatikan contoh penggunaan Isim Maushul dalam menggabungkan dua kalimat di bawah ini:
Kalimat I
جَاءَ اْلأُسْتَاذُ
= datang guru itu
Kalimat II
اْلأُسْتَاذُ يَدْرُسُ الْفِقْهَ
= guru itu mengajar Fiqh
Kalimat III
جَاءَ اْلأُسْتَاذُ الَّذِيْ يَدْرُسُ الْفِقْهَ
= datang guru yang mengajar Fiqh itu

Kalimat III menghubungkan Kalimat I dan II
dengan Isim Maushul: الَّذِيْ
Bila Isim Maushul itu dipakai untuk Muannats
maka: الَّذِيْ  menjadi: الَّتِيْ

جَاءَ اْلأُسْتَاذَةُ الَّتِيْ تَدْرُسُ الْفِقْهَ
= datang guru (pr) yang mengajar Fiqh itu
Bila Isim Maushul itu digunakan untuk Mutsanna (Dual) maka:
1) الَّذِيْ menjadi:  الَّذَانِ sedangkan  الَّتِيْ menjadi:  الَّتَانِ
جَاءَ اْلأُسْتَاذَانِ الَّذَانِ يَدْرُسَانِ الْفِقْهَ
= datang dua orang guru (lk) yang mengajar Fiqh itu
جَاءَ اْلأُسْتَاذَتَانِ الَّتَانِ تَدْرُسَانِ الْفِقْهَ
= datang dua orang guru (pr) yang mengajar Fiqh itu

Bila Isim Maushul itu dipakai untuk Jamak maka:
1) الَّذِيْ  menjadi:  الَّذِيْنَ  sedangkan: الَّتِيْ  menjadi: اللاَّتِيْ/اللاَّئِيْ
جَاءَ اْلأَسَاتِذُ الَّذِيْنَ يَدْرُسُوْنَ الْفِقْهَ
= datang guru-guru (lk) yang mengajar Fiqh itu
جَاءَ اْلأَسَاتِذَةُ اللاَّتِيْ يَدْرُسْنَ الْفِقْهَ
= datang guru-guru (pr) yang mengajar Fiqh itu


نَكِرَة مَعْرِفَة
NAKIRAH (Umum) - MA'RIFAH (Khusus)

Menurut penunjukannya, Isim dapat dibagi dua:
1.    ISIM NAKIRAH atau kata benda bentuk umum atau tak dikenal (tak tentu).
2.    ISIM MA'RIFAH atau kata benda bentuk khusus atau dikenal (tertentu).
Isim Nakirah merupakan bentuk asal dari setiap Isim, biasanya ditandai dengan huruf akhirnya yang bertanwin ( ً  ٍ  ٌ  ). Sedangkan Isim Ma'rifah biasanya ditandai dengan huruf Alif-Lam ( ال ) di awalnya.
Contoh Isim Nakirah: بَيْتٌ = sebuah rumah, وَلَدٌ  = seorang anak
Contoh Isim Ma'rifah: اَلْبَيْتُ  = rumah itu, اَلْوَلَدُ = anak itu
Coba bandingkan dan perhatikan perbedaan makna dan fungsi antara Isim Nakirah dan Isim Ma'rifah dalam dua buah kalimat di bawah ini:
ذَلِكَ بَيْتٌ. اَلْبَيْتُ كَبِيْرٌ.
= Itu sebuah rumah. Rumah itu baru.
جَاءَ وَلَدٌ. اَلْوَلَدُ مُؤَدِّبٌ.
= Datang seorang anak. Anak itu sopan.
Berkaitan dengan Nakirah dan Ma'rifah, khususnya penggunaan awalan Alif-Lam dan baris Tanwin di akhir kata, ada beberapa pola kalimat (rangkaian kata) yang perlu kita ketahui perbedaannya dengan baik.

1. SHIFAT (صِفَة ) dan MAUSHUF ( مَوْصُوْف )
Bila rangkaian dua buah Isim atau lebih, semuanya dalam keadaan Nakirah (tanwin) atau Ma'rifah (alif-lam) maka kata yang di depan dinamakan Maushuf (yang disifati) sedang kata yang di belakangnya dinamakan Shifat. Contoh:
بَلَدٌ أَمِيْنٌ
= (sebuah) negeri yang aman
صِرَاطٌ مُسْتَقِيْمٌ
= (sebuah) jalan yang lurus
اَلْبَلَدُ اْلأَمِيْنُ
= negeri yang aman
الصِّرَاطُ الْمُسْتَقِيْمُ
= jalan yang lurus

2. MUDHAF ( مُضَاف ) dan MUDHAF ILAIH ( مُضَاف إِلَيْه )
Bila dua buah Isim atau lebih digabung menjadi satu kesatuan yang utuh dengan pengertian yang baru (Kata Majemuk) maka kata yang di depan (tanpa Alif-Lam) dinamakan Mudhaf Ilaih sedang kata yang di belakang (dengan Alif-Lam) dinamakan Mudhaf. Kata Majemuk termasuk dalam kelompok Isim Ma'rifah.

رَسُوْلُ اللهِ
= Rasul Allah
أَهْلُ الْكِتَابِ
= Ahlul Kitab (Yahudi dan Nasrani)
سَيَّارَةُ اْلأُسْتَاذِ
= mobil Ustadz
مِفْتَاحُ السَّيَّارَةِ
= kunci mobil

 3. MUBTADA' ( مُبْتَدَأ ) dan KHABAR ( خَبَر )
Bila dua buah Isim atau lebih terangkai dalam satu kalimat yang sempurna, maka Isim yang pertama umumnya adalah Ma'rifah dinamakan Mubtada' (Subjek), sedang Isim yang berikutnya adalah Nakirah dinamakan Khabar (Predikat).

الرَّسُوْلُ كَرِيْمٌ
= Rasul itu mulia
السَّيَّارَةُ جَدِيْدٌ
= Mobil itu baru
رَسُوْلُ اللهِ كَرِيْمٌ
= Rasul Allah itu mulia
سَيَّارَةُ اْلأُسْتَاذِ جَدِيْدٌ
= Mobil Ustadz itu baru
Kalimat sempurna yang terdiri dari Isim yang tersusun dari Mubtada' dan Khabar seperti ini dinamakan JUMLAH ISMIYYAH ( جُمْلَة اِسْمِيَّة ) atau Kalimat Nominal (kalimat sempurna yang hanya terdiri dari Isim atau Kata Benda).
Perhatikan perbedaan antara kalimat-kalimat di bawah ini:
Jumlah Ismiyyah
Bukan Jumlah Ismiyyah
رَسُوْلُ اللهِ كَرِيْمٌ
رَسُوْلُ اللهِ الْكَرِيْمِ
Rasul Allah itu mulia
Rasul Allah Yang Mulia
سَيَّارَةُ اْلأُسْتَاذِ جَدِيْدٌ
سَيَّارَةُ أُسْتَاذِ الْجَدِيْدِ
Mobil Ustadz itu baru
Mobil Ustadz yang baru itu

Kalimat sebelah kiri adalah Jumlah Ismiyyah yang Mubtada' nya adalah Kata Majemuk ("Rasul Allah" dan "Mobil Ustadz"; sedang kalimat sebelah kanan bukanlah kalimat sempurna melainkan rangkaian kata yang merupakan kombinasi antara Mudhaf dan Mudhaf Ilaih dengan Shifat dan Maushuf.
Pada kalimat pertama sebelah kiri, yang mendapat Isim "mulia" adalah "Rasul", sedang pada kalimat sebelah kanan, yang mendapat Isim "mulia" adalah "Allah". Pada kalimat kedua sebelah kiri, yang mendapat Isim "baru" adalah "mobil", sedang pada kalimat sebelah kanan, yang mendapat Isim "baru" adalah "Ustadz".
Sebanyak apapun Isim yang terdapat dalam sebuah kalimat, tetap saja tidak bisa menghasilkan sebuah kalimat nominal sempurna (Jumlah Ismiyyah) bila tidak mengandung Mubtada' dan Khabar. Bandingkan dua buah kalimat berikut ini:
1)       Kalimat di bawah ini bukan Jumlah Ismiyyah:

مِفْتَاحُ بَابِ سَيَّارَةِ أُسْتَاذِ الْجَدِيْدِ
= Kunci pintu mobil guru baru.

2)       Kalimat di bawah ini adalah Jumlah Ismiyyah
(Kalimat Nominal Sempurna):
مِفْتَاحُ بَابِ سَيَّارَةِ اْلأُسْتَاذِ جَدِيْدٌ
= Kunci pintu mobil guru itu baru.

Kalimat pertama, tidak memiliki Khabar. Kata جَدِيْد =baru pada kalimat pertama adalah sifat dari أُسْتَاذ = guru. Adapun pada kalimat kedua, kata جَدِيْد  adalah Khabar dari  مِفْتَاحُ بَابِ سَيَّارَةِ اْلأُسْتَاذ  =kunci pintu mobil guru) yang merupakan Mubtada'.
Selain Isim yang berawalan Alif-Lam, yang juga termasuk Isim Ma'rifah adalah:

1.       ISIM 'ALAM (Nama). Semua Isim 'Alam termasuk Isim Ma'rifah, meskipun diantara Isim 'Alam tersebut ada yang huruf akhirnya bertanwin.
Contoh: أَحْمَدُ = Ahmad, عَلِيٌّ   = Ali, مَكَّةُ   = Makkah
2.       ISIM DHAMIR (Kata Ganti). Yaitu kata yang mewakili atau menggantikan penyebutan sesuatu atau seseorang atau sekelompok benda/orang.
Contoh: أَنَا = aku, saya, نَحْنُ = kami, kita, هُوَ = ia, dia

ضَمِيْر
DHAMIR (Kata Ganti)

Dhamir atau "kata ganti" ialah Isim yang berfungsi untuk menggantikan atau mewakili penyebutan sesuatu/seseorang maupun sekelompok benda/orang.
Contoh:
أَحْمَدُ يَرْحَمُ اْلأَوْلاَدَ
Ahmad menyayangi anak-anak
هُوَ يَرْحَمُهُمْ
Dia menyayangi mereka
Pada contoh di atas, kata أَحْمَدُ diganti dengan هُوَ =dia, sedangkan الأَوْلاَد =anak-anak diganti dengan هُمْ =mereka.
Kata هُوَ dan هُمْ dinamakan Dhamir atau Kata Ganti.
Menurut fungsinya, ada dua golongan Dhamir yaitu:
1) DHAMIR RAFA' ( ضَمِيْر رَفْع ) yang berfungsi sebagai Subjek.
2) DHAMIR NASHAB ( ضَمِيْر نَصْب ) yang berfungsi sebagai Objek.
Dhamir Rafa' dapat berdiri sendiri sebagai satu kata, sedangkan Dhamir Nashab tidak dapat berdiri sendiri atau harus terikat dengan kata lain dalam kalimat.
Dalam kalimat:
هُوَ يَرْحَمُهُمْ
Dia menyayangi mereka:
- Kata هُوَ =dia adalah Dhamir Rafa', sedangkan:
- Kata هُمْ =mereka adalah Dhamir Nashab.


 ضَمِيْر رَفْع
DHAMIR RAFA' (Kata Ganti Subjek)

Semua Dhamir dapat dikelompokkan menjadi tiga macam:
1.         MUTAKALLIM ( مُتَكَلِّم ) atau pembicara (orang pertama).
a.    Mufrad: أَنَا  = aku, saya untuk Mudzakkar maupun Muannats.
b.    Mutsanna/Jamak: نَحْنُ   = kami, kita untuk Mudzakkar maupun Muannats.
2.         MUKHATHAB مُخَاطَب  = atau lawan bicara (orang kedua). Terdiri dari:
a.    Mufrad: أَنْتَ  = engkau untuk Mudzakkar dan أَنْتِ  untuk Muannats.
b.    Mutsanna: أَنْتُمَا  = kamu berdua  untuk Mudzakkar maupun Muannats.
c.    Jamak: أَنْتُمْ  = kalian untuk Mudzakkar dan أَنْتُنَّ   untuk Muannats.
3.         GHAIB (غَائِب ) atau tidak berada di tempat (orang ketiga). Terdiri dari:
a.    Mufrad: هُوَ   = dia) untuk Mudzakkar dan هِيَ  untuk Muannats.
b.    Mutsanna: هُمَا   = mereka berdua untuk Mudzakkar maupun Muannats.
c.    Jamak: هُمْ   = mereka) untuk Mudzakkar dan هُنَّ  untuk Muannats.


ضَمِيْر نَصْب
DHAMIR NASHAB (Kata Ganti Objek)

Dhamir Nashab adalah turunan (bentuk lain) dari Dhamir Rafa' yaitu:

Dhamir Rafa'
Dhamir Nashab

Dhamir Rafa'
Dhamir Nashab
أَنَا
ي

أَنْتُنَّ
كُنَّ
نَحْنُ
نَا

هُوَ
هُ
أَنْتَ
كَ

هِيَ
هَا
أَنْتِ
كِ

هُمَا
هُمَا
أَنْتُمَا
كُمَا

هُمْ
هُمْ
أَنْتُمْ
كُمْ

هُنَّ
هُنَّ


Dhamir Nashab berfungsi sebagai objek dan tidak dapat berdiri sendiri; ia terikat dengan kata lain dalam suatu kalimat, baik itu dengan Isim, Fi'il ataupun Harf.
1) Contoh Dhamir Nashab yang terikat dengan Isim dalam kalimat:
أَنَا مُسْلِمٌ، دِيْنِيَ اْلإِسْلاَمُ
saya seorang muslim, agamaku Islam
نَحْنُ مُسْلِمُوْنَ، دِيْنُنَا اْلإِسْلاَمُ
kami orang-orang muslim, agama kami Islam
أَنْتَ مُسْلِمٌ، دِيْنُكَ اْلإِسْلاَمُ
engkau (lk) seorang muslim, agamamu Islam
أنْتِ مُسْلِمَةٌ، دِيْنُكِ اْلإِسْلاَمُ
engkau (pr) seorang muslim, agamamu Islam

2) Contoh Dhamir Nashab yang terikat dengan Fi'il dalam kalimat:

أَنْتُمَا مَخْلُوْقَانِ، اَللهُ خَلَقَكُمَا
kamu berdua adalah makhluq, Allah menciptakan kamu berdua
أَنْتُمْ مَخْلُوْقُوْنَ، اَللهُ خَلَقَكُمْ
kalian (lk) adalah makhluq, Allah menciptakan kalian
أَنْتُنَّ مَخْلُوْقَاتٌ، اَللهُ خَلَقَكُنَّ
kalian (pr) adalah makhluq, Allah menciptakan kalian
هُوَ مَخْلُوْقٌ، اَللهُ خَلَقَهُ
dia (lk) adalah makhluq, Allah menciptakannya

3) Contoh Dhamir Nashab yang terikat dengan Harf dalam kalimat:

هِيَ نَاجِحٌ، لَهَا شَهَادَةٌ
dia (pr) lulus, untuknya sebuah ijazah
هُمَا نَاجِحَانِ، لَهُمَا شَهَادَتَانِ
mereka berdua lulus, untuk mereka berdua: dua buah ijazah
هُمْ نَاجِحُوْنَ، لَهُمْ شَهَادَاتٌ
mereka (lk) lulus, untuk mereka ijazah-ijazah
هُنَّ نَاجِحَاتٌ، لَهُنَّ شَهَادَاتٌ
mereka (pr) lulus, untuk mereka ijazah-ijazah

Hafalkanlah semua Dhamir Nashab di atas beserta artinya masing-masing sebelum melangkah ke pelajaran selanjutnya!



فِعْل مَاضِي - فِعْل مُضَارِع
FI'IL MADHY (Kata Kerja Lampau)
FI'IL MUDHARI' (Kata Kerja Kini/Nanti)


Fi'il dibagi atas dua golongan besar menurut waktu terjadinya:
1.        FI'IL MADHY ( فِعْل مَاضِي ) atau Kata Kerja Lampau.
2.        FI'IL MUDHARI' ( فِعْل مُضَارِع ) atau Kata Kerja Kini/Nanti.
Baik Fi'il Madhy maupun Fi'il Mudhari', senantiasa mengalami perubahan bentuk sesuai dengan jenis Dhamir dari Fa'il ( فَاعِل ) atau Pelaku dari pekerjaan itu. Untuk Fi'il Madhy, perubahan bentuk tersebut terjadi di akhir kata, sedangkan untuk Fi'il Mudhari', perubahan bentuknya terjadi di awal kata dan di akhir kata.

Dhamir
Fi'il Madhy
Fi'il Mudhari'
Tarjamah
أَنَا
فَعَلْتُ
أَفْعَلُ
saya mengerjakan
نَحْنُ
فَعَلْنَا
نَفْعَلُ
kami mengerjakan
أَنْتَ
فَعَلْتَ
تَفْعَلُ
engkau (lk) mengerjakan
أَنْتِ
فَعَلْتِ
تَفْعَلِيْنَ
engkau (pr) mengerjakan
أَنْتُمَا
فَعَلْتُمَا
تَفْعَلاَنِ
kamu berdua mengerjakan
أَنْتُمْ
فَعَلْتُمْ
تَفْعَلُوْنَ
kalian (lk) mengerjakan
أَنْتُنَّ
فَعَلْتُنَّ
تَفْعَلْنَ
kalian (pr) mengerjakan
هُوَ
فَعَلَ
يَفْعَلُ
dia (lk) mengerjakan
هِيَ
فَعَلَتْ
تَفْعَلُ
dia (pr) mengerjakan
هُمَا
فَعَلاَ
يَفْعَلاَنِ
mereka berdua (lk) mengerjakan
هُمَا
فَعَلَتَا
تَفْعَلاَنِ
mereka berdua (pr) mengerjakan
هُمْ
فَعَلُوْا
يَفْعَلُوْنَ
mereka (lk) mengerjakan
هُنَّ
فَعَلْنَ
يَفْعَلْنَ
mereka (pr) mengerjakan

Perlu diketahui, bahwa dalam sebuah Jumlah Fi'liyyah( فِعْلِيَّة  جُمْلَة ) atau Kalimat Verbal (kalimat sempurna yang mengandung Kata Kerja), letak Fa'il (Pelaku) bisa di depan dan bisa pula di belakang Fi'il (Kata Kerja).
1) Untuk Dhamir Ghaib atau "orang ketiga" ( هُنَّ - هُمْ - هُمَا - هِيَ - هُوَ ).
a. Bila Fa'il mendahului Fi'il maka perubahan bentuk dari Fi'il tersebut harus mengikuti ketentuan Mudzakkar/Muannats dan Mufrad/Mutsanna/Jamak.
Contoh Jumlah Fi'liyyah dengan Fi'il Madhy yang terletak setelah Fa'il:
اَلْمُسْلِمُ دَخَلَ الْمَسْجِدَ
= muslim itu memasuki masjid
اَلْمُسْلِمَةُ دَخَلَتِ الْمَسْجِدَ
= muslimah itu memasuki masjid
اَلْمُسْلِمَانِ دَخَلاَ الْمَسْجِدَ
= dua muslim itu memasuki masjid
اَلْمُسْلِمَتَانِ دَخَلَتَا الْمَسْجِدَ
= dua muslimah itu memasuki masjid
اَلْمُسْلِمُوْنَ دَخَلُوا الْمَسْجِدَ
= kaum muslimin memasuki masjid
اَلْمُسْلِمَاتُ دَخَلْنَ الْمَسْجِدَ
= kaum muslimat memasuki masjid
Contoh Jumlah Fi'liyyah dengan Fi'il Mudhari' yang terletak setelah Fa'il:

اَلْمُسْلِمُ يَدْخُلُ الْمَسْجِدَ
= muslim itu memasuki masjid
اَلْمُسْلِمَةُ تَدْخُلُ الْمَسْجِدَ
= muslimah itu memasuki masjid
اَلْمُسْلِمَانِ يَدْخُلاَنِ الْمَسْجِدَ
= dua muslim itu memasuki masjid
اَلْمُسْلِمَتَانِ تَدْخُلاَنِ الْمَسْجِدَ
= dua muslimah itu memasuki masjid
اَلْمُسْلِمُوْنَ يَدْخُلُوْنَ الْمَسْجِدَ
= kaum muslimin memasuki masjid
اَلْمُسْلِمَاتُ يَدْخُلْنَ الْمَسْجِدَ
= kaum muslimat memasuki masjid

b. Sedangkan bila Fi'il mendahului Fa'il, maka bentuk Fi'il tersebut selalu Mufrad, (meskipun Fa'il-nya Mutsanna atau Jamak). Tetapi untuk bentuk Mudzakkar dan Muannats tetap dibedakan dengan adanya huruf Ta Ta'nits ( ت تَأْنِيْث ) atau "Ta Penanda Muannats" pada Fi'il yang Fa'il-nya adalah Muannats.
Contoh Jumlah Fi'liyyah dengan Fi'il Madhy yang terletak sebelum Fa'il:
دَخَلَ اَلْمُسْلِمُ الْمَسْجِدَ
= muslim itu memasuki masjid
دَخَلَتِ الْمُسْلِمَةُ الْمَسْجِدَ
= muslimah itu memasuki masjid
دَخَلَ الْمُسْلِمَانِ الْمَسْجِدَ
= dua muslim itu memasuki masjid
دَخَلَتِ الْمُسْلِمَتَانِ الْمَسْجِدَ
= dua muslimah itu memasuki masjid
دَخَلَ الْمُسْلِمُوْنَ الْمَسْجِدَ
= kaum muslimin memasuki masjid
دَخَلَتِ الْمُسْلِمَاتُ الْمَسْجِدَ
= kaum muslimat memasuki masjid
 
Contoh Jumlah Fi'liyyah dengan Fi'il Mudhari' yang terletak sebelum Fa'il:
يَدْخُلُ اَلْمُسْلِمُ الْمَسْجِدَ
= muslim itu memasuki masjid
تَدْخُلُ الْمُسْلِمَةُ الْمَسْجِدَ
= muslimah itu memasuki masjid
يَدْخُلُ الْمُسْلِمَانِ الْمَسْجِدَ
= dua muslim itu memasuki masjid
تَدْخُلُ الْمُسْلِمَتَانِ الْمَسْجِدَ
= dua muslimah itu memasuki masjid
يَدْخُلُ الْمُسْلِمُوْنَ الْمَسْجِدَ
= kaum muslimin memasuki masjid
تَدْخُلُ الْمُسْلِمَاتُ الْمَسْجِدَ
= kaum muslimat memasuki masjid
2) Untuk Fa'il lainnya ( أَنْتُنَّ - أَنْتُمْ - أَنْتُمَا - أَنْتَ - أَنْتِ - نَحْنُ - أَنَا )
tetap mengikuti pola perubahan bentuk Fi'il sebagaimana mestinya.
Fi'il Madhy
Fi'il Mudhari'
دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ
(أَنَا) أَدْخُلُ الْمَسْجِدَ
saya telah memasuki masjid
saya memasuki masjid
دَخَلْنَا الْمَسْجِدَ
(نَحْنُ) نَدْخُلُ الْمَسْجِدَ
kami telah memasuki masjid
kami memasuki masjid
دَخَلْتَ الْمَسْجِدَ
(أَنْتَ) تَدْخُلُ الْمَسْجِدَ
engkau telah memasuki masjid
engkau memasuki masjid
دَخَلْتِ الْمَسْجِدَ
(أَنْتِ) تَدْخُلِيْنَ الْمَسْجِدَ
engkau (pr) telah memasuki masjid
engkau (pr) memasuki masjid
دَخَلْتُمَا الْمَسْجِدَ
(أَنْتُمَا) تَدْخُلاَنِ الْمَسْجِدَ
kamu berdua telah memasuki masjid
kamu berdua memasuki masjid
دَخَلْتُمُ الْمَسْجِدَ
(أَنْتُمْ) تَدْخُلُوْنَ الْمَسْجِدَ
kalian (lk) telah memasuki masjid
kalian (lk) memasuki masjid
دَخَلْتُنَّ الْمَسْجِدَ
(أَنْتُنَّ) تَدْخُلْنَ الْمَسْجِدَ
kalian (pr) telah memasuki masjid
kalian (pr) memasuki masjid
Carilah sebanyak-banyaknya contoh-contoh Fi'il Madhy dan Fi'il Mudhari' dalam ayat-ayat al-Quran dan al-Hadits!




فِعْل اْلأمْر
FI'IL AMAR (Kata Kerja Perintah)


Fi'il Amar atau Kata Kerja Perintah adalah fi'il yang berisi pekerjaan yang dikehendaki oleh Mutakallim (pembicara) sebagai orang yang memerintah agar dilakukan oleh Mukhathab (lawan bicara) sebagai orang yang diperintah.
Perlu diingat bahwa yang menjadi Fa'il (Pelaku) dari Fi'il Amar (Kata Kerja Perintah) adalah Dhamir Mukhathab (lawan bicara) atau "orang kedua" yaitu: أَنْتُنَّ - أَنْتُمْ - أَنْتُمَا - أَنْتِ - أَنْتَ sebagai orang yang akan melakukan pekerjaan yang diperintahkan itu.
Fa'il
Fi'il Amar
Tarjamah
أَنْتَ
اِفْعَلْ
(engkau -lk) kerjakanlah!
أَنْتِ
اِفْعَلِيْ
(engkau -pr) kerjakanlah!
أَنْتُمَا
اِفْعَلاَ
(kamu berdua) kerjakanlah!
أَنْتُمْ
اِفْعَلُوْا
(kalian -lk) kerjakanlah!
أَنْتُنَّ
اِفْعَلْنَ
(kalian -pr) kerjakanlah!
Contoh dalam kalimat: dari fi'il عَمِلَ = beramal, bekerja menjadi Fi'il Amar:
اِعْمَلْ لآِخِرَتِكَ
bekerjalah untuk akhiratmu (lk)
اِعْمَلِيْ لآِخِرَتِكِ
bekerjalah untuk akhiratmu (pr)
اِعْمَلاَ لآِخِرَتِكُمَا
bekerjalah untuk akhirat kamu berdua
اِعْمَلُوْا لآِخِرَتِكُمْ
bekerjalah untuk akhirat kalian (lk)
اِعْمَلْنَ لآِخِرَتِكُنَّ
bekerjalah untuk akhirat kalian (pr)
Dari fi'il أَقَامَ   =mendirikan menjadi Fi'il Amar:
أَقِمْ صَلاَتَكَ
dirikanlah shalatmu (lk)
أَقِمِيْ صَلاَتَكِ
dirikanlah shalatmu (pr)
أَقِمَا صَلاَتَكُمَا
dirikanlah shalat kamu berdua
أَقِيْمُوْا صَلاَتَكُمْ
dirikanlah shalat kalian (lk)
أَقِمْنَ صَلاَتَكُنَّ
dirikanlah shalat kalian (pr)

Dari fi'il كَبَّرَ =membesarkan) menjadi Fi'il Amar:
كَبِّرْ رَبَّكَ
besarkanlah (agungkanlah) Tuhan kamu (lk)
كَبِّرِيْ رَبَّكِ
besarkanlah (agungkanlah) Tuhan kamu (pr)
كَبِّرَا رَبَّكُمَا
besarkanlah (agungkanlah) Tuhan kamu berdua
كَبِّرُوْا رَبَّكُمْ
besarkanlah (agungkanlah) Tuhan kalian (lk)
كَبِّرْنَ رَبَّكُنَّ
besarkanlah (agungkanlah) Tuhan kalian (pr)

Sebagai catatan, bila huruf akhir yang sukun dari sebuah Fi'il bertemu dengan awalan Alif-Lam dari sebuah Isim Ma'rifah, maka baris sukun dari huruf akhir fi'il tersebut berubah menjadi baris kasrah. Contoh:
الصَّلاَةَ
+
أَقِمْ
=
أَقِمِ الصَّلاَةَ
shalat

dirikanlah

dirikanlah shalat
Carilah contoh-contoh Fi'il Amar dalam ayat-ayat al-Quran dan al-Hadits!



فِعْل النَّهْي
FI'IL NAHY (Kata Kerja Larangan)


Fi'il Nahy atau "kata kerja larangan" adalah bentuk negatif dari Fi'il Amar. Untuk membentuk Fi'il Nahy, kita tinggal menambahkan harf لاَ (=jangan) dan memasukkan huruf تَ  di awal Fi'il Amar. Perhatikan polanya di bawah ini:

Fa'il
Fi'il Amar
Fi'il Nahy
Tarjamah
أَنْتَ
اِفْعَلْ
لاَ تَفْعَلْ
jangan (engkau -lk) kerjakan
أَنْتِ
اِفْعَلِيْ
لاَ تَفْعَلِيْ
jangan (engkau -pr) kerjakan
أَنْتُمَا
اِفْعَلاَ
لاَ تَفْعَلاَ
jangan (kamu berdua) kerjakan
أَنْتُمْ
اِفْعَلُوْا
لاَ تَفْعَلُوْا
jangan (kalian -lk) kerjakan
أَنْتُنَّ
اِفْعَلْنَ
لاَ تَفْعَلْنَ
jangan (kalian -pr) kerjakan

Contoh dalam kalimat:
Dari fi'il خَافَ (= takut) dan fi'il حَزِنَ (= sedih) menjadi Fi'il Nahy:
لاَ تَخَفْ وَلاَ تَحْزَنْ
jangan (engkau -lk) takut dan jangan sedih
لاَ تَخَافِيْ وَلاَ تَحْزَنِيْ
jangan (engkau -pr) takut dan jangan sedih
لاَ تَخَافَا وَلاَ تَحْزَنَا
jangan (kamu berdua) takut dan jangan sedih
لاَ تَخَافُوْا وَلاَ تَحْزَنُوْا
jangan (kalian -lk) takut dan jangan sedih
لاَ تَخَفْنَ وَلاَ تَحْزَنَّ
jangan (kalian -pr) takut dan jangan sedih
Carilah contoh-contoh Fi'il Nahy dalam ayat-ayat al-Quran dan al-Hadits!
فِعْل مَعْلُوْم - فِعْل مَجْهُوْل
FI'IL MA'LUM (Kata Kerja Aktif) - FI'IL MAJHUL (Kata Kerja Pasif)

Dalam tata bahasa Indonesia, dikenal istilah Kata Kerja Aktif dan Kata Kerja Pasif. Perhatikan contoh berikut ini:
Abubakar membuka pintu. --> kata "membuka" disebut Kata Kerja Aktif.
Pintu dibuka oleh Abubakar. --> kata "dibuka" disebut Kata Kerja Pasif.
Dalam tata bahasa Arab, dikenal pula istilah Fi'il Ma'lum dan Fi'il Majhul yang fungsinya mirip dengan Kata Kerja Aktif dan Kata Kerja Pasif.
Perhatikan contoh kalimat di bawah ini:

ضَرَبَ عُمَرُ
ضُرِبَ عُمَرُ
(Umar memukul
Umar dipukul

Fi'il  ضَرَبَ  =memukul adalah Fi'il Ma'lum (Kata Kerja Aktif). Fa'il atau Pelakunya adalah Umar bersifat aktif (melakukan pekerjaan yakni memukul).
Fi'il  ضُرِبَ =dipukul adalah Fi'il Majhul (Kata Kerja Pasif). Dalam Fi'il Majhul, dikenal istilah Naib al-Fa'il (الْفَاعِل نَائِبُ) atau Pengganti Fa'il. Dalam contoh di atas, Umar adalah Naib al-Fa'il (pengganti Pelaku).
Fi'il Majhul dibentuk dari Fi'il Ma'lum dengan perubahan sebagai berikut:
a) Huruf pertamanya menjadi berbaris Dhammah
b) Huruf sebelum huruf terakhirnya menjadi berbaris Kasrah

untuk Fi'il Madhy dan menjadi berbaris Fathah untuk Fi'il Mudhari'.
Fi'il Madhy
Fi'il Mudhari'
Fi'il Ma'lum
Fi'il Majhul
Fi'il Ma'lum
Fi'il Majhul
فَعَلَ
فُعِلَ
يَفْعَلُ
يُفْعَلُ


Contoh-contoh dalam kalimat:
Fi'il أَمَرَ (=memerintah) menjadi Fi'il Madhy Majhul:
أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللهَ
aku diperintah agar menyembah Allah
أُمِرْنَا أَنْ نَعْبُدَ اللهَ
kami diperintah agar menyembah Allah
أُمِرْتَ أَنْ تَعْبُدَ اللهَ
engkau (lk) diperintah agar menyembah Allah
أُمِرْتِ أَنْ تَعْبُدِي اللهَ
engkau (pr) diperintah agar menyembah Allah
أُمِرْتُمَا أَنْ تَعْبُدَا اللهَ
kamu berdua diperintah agar menyembah Allah
أُمِرْتُمْ أَنْ تَعْبُدُوا اللهَ
kalian (lk) diperintah agar menyembah Allah
أُمِرْتُنَّ أَنْ تَعْبُدْنَ اللهَ
kalian (pr) diperintah agar menyembah Allah
أُمِرَ أَنْ يَعْبُدَ اللهَ
dia (lk) diperintah agar menyembah Allah
أُمِرَتْ أَنْ تَعْبُدَ اللهَ
dia (pr) diperintah agar menyembah Allah
أُمِرَا أَنْ يَعْبُدَا اللهَ
mereka (2 lk) diperintah agar menyembah Allah
أُمِرَتَا أَنْ تَعْبُدَا اللهَ
mereka (2 pr) diperintah agar menyembah Allah
أُمِرُوْا أَنْ يَعْبُدُوا اللهَ
mereka (lk) diperintah agar menyembah Allah
أُمِرْنَ أَنْ يَعْبُدْنَ اللهَ
mereka (pr) diperintah agar menyembah Allah

Fi'il عَرَفَ (=mengenal) menjadi Fi'il Mudhari' Majhul:
أُعْرَفُ بِكَلاَمِيْ
= aku dikenal dari bicaraku
نُعْرَفُ بِكَلاَمِنَا
= kami dikenal dari bicara kami
تُعْرَفُ بِكَلاَمِكَ
= engkau (lk) dikenal dari bicaramu
تُعْرَفِيْنَ بِكَلاَمِكِ
= engkau (pr) dikenal dari bicaramu
تُعْرَفَانِ بِكَلاَمِكُمَا
= kamu berdua dikenal dari bicara kamu berdua
تُعْرَفُوْنَ بِكَلاَمِكُمْ
= kalian (lk) dikenal dari bicara kalian
تُعْرَفْنَ بِكَلاَمِكُنَّ
= kalian (pr) dikenal dari bicara kalian
يُعْرَفُ بِكَلاَمِهِ
= dia (lk) dikenal dari bicaranya
تُعْرَفُ بِكَلاَمِهَا
= dia (pr) dikenal dari bicaranya
يُعْرَفَانِ بِكَلاَمِهِمَا
= mereka (2 lk) dikenal dari bicara mereka
يُعْرَفُوْنَ بِكَلاَمِهِمْ
= mereka (lk) dikenal dari bicara mereka
يُعْرَفْنَ بِكَلاَمِهِنَّ
= mereka (pr) dikenal dari bicara mereka

حَرْف
HARF (Kata Tugas)

Harf adalah semua jenis kata selain Isim dan Fi'il, yang tidak bisa berdiri sendiri dan tidak memiliki arti yang jelas tanpa kata-kata lain dalam kalimat.
Contoh Harf: وَ =dan, مِنْ =dari, عَنْ =dari, إِلَى =ke, kepada, فِيْ =di, dalam, حَتَّى =hingga, لاَ =tidak, tidak ada, إِنْ =jika, dan lain-lain.
Sekilas catatan penting tentang penggunaan beberapa macam Harf:
1. Beberapa Harf, seperti بِـ  =dengan di dalam kalimat kadang mempunyai arti, dan kadang hanya sebagai tambahan yang tidak mempunyai arti. Contoh:

أَعُوْذُ بِاللهِ
= aku berlindung kepada Allah
كَفَى بِاللهِ شَهِيْدًا
= cukuplah Allah (sebagai) saksi
2. Harf وَ  mempunyai dua fungsi:  
a) ATHAF (عَطْف) atau Kata Sambung (=dan). Contoh:
ذَهَبَ أَحْمَدُ وَعَلِيٌّ
= Ahmad dan Ali telah pergi
b) QASM (قَسْم}atau Kata Sumpah (=demi). Contoh:
وَالْعَصْرِ
= demi waktu (Ashar)

Perlu dicamkan, bahwa di dalam al-Quran, Allah subhanahu wata'ala sering bersumpah dengan nama makhluq-Nya agar manusia mengambil pelajaran dari apa yang dijadikan sumpah tersebut. Adapun manusia, hanya boleh bersumpah dengan nama dan sifat Allah, tidak boleh bersumpah dengan nama makhluq.
3. Harf  Lam لـ  juga mempunyai beberapa fungsi:
a) MILIK (مِلْك) atau kepunyaan.Contoh:
لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ
kepunyaan Allah (seluruh) kerajaan langit dan bumi
b) TA'LIL (تَعْلِيْل) atau peruntukan (=untuk). Contoh:
أَذْهَبُ إِلَى الْمَدْرَسَةِ لِلتَّعْلِيْمِ
saya pergi ke sekolah untuk belajar
c) AMAR (أَمْر) atau perintah =agar, supaya, hendaklah Contoh:
لِيُنْفِقْ كُلُّ مُسْلِمٍ
hendaklah setiap muslim berinfak
d) TAUKID (تَوْكِيْد) atau penegasan (=sungguh, pasti). Contoh:
لَأَقُوْلُ قَوْلَ الْحَقِّ
sungguh aku akan berkata perkataan yang benar
4. Harf  إِنْ  mempunyai dua macam arti:
a) Berarti "jika". Contoh:
إِنْ تَنْصُرُوا اللهَ يَنْصُرْكُمْ
jika kalian menolong (agama) Allah, Dia akan menolong kalian.
b) Berarti "tidak", bila sesudahnya terdapat kata إِلاَّ  (=kecuali). Contoh:
إِنْ أَنْتُمْ إِلاَّ تَكْذِبُوْنَ
= tidak lain kalian hanyalah berdusta
5.Harf لاَ juga ada dua macam:
a. NAFY (نَفْي) atau penidakan (=tidak, bukan, tidak ada). Contoh:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah
b. NAHY (نَهْي) atau pelarangan (=jangan). Contoh:
لاَ تَعْبُدُوْا إِلاَّ اللهَ
jangan kalian menyembah kecuali (kepada) Allah
Demikianlah sekelumit contoh penggunaan Harf dan macam-macam artinya.



أَدَوَاتُ الاِسْتِفْهَام
ADAWAT AL-ISTIFHAM (Kata Tanya)

Di bawah ini dicantumkan sejumlah Kata Tanya dengan contohnya masing-masing dalam kalimat beserta contoh jawabannya:

Kata Tanya
Kalimat Tanya
Jawaban
هَلْ / أَ
هَلْ أََنْتَ مَرِيْضٌ ؟
لاَ، أَنَا فِيْ صِحَّةٍ
(=apakah)
(=apakah engkau sakit?)
(=tidak, saya sehat)
مَاذَا / مَا
مَاذَا تَكْتَبُ ؟
أَكْتُبُ رِسَالَةً
(=apa)
(=apa yang kau tulis?)
(=aku menulis surat)
مَنْ ذَا / مَنْ
مَنْ كَتَبَ هَذَا ؟
أَحْمَدُ كَتَبَ هَذَا
(=siapa)
(=siapa yang menulis ini?)
(=Ahmad yang menulis ini)
أَيَّةُ / أَيُّ
أَيُّ قَلَمٍ تُحِبُّ ؟
أُحِبُّ قَلَمَ اْلأَسْوَدِ
(=yang mana)
(=pena yang mana kau suka?)
(=aku suka pena yang hitam)
مَتَى
مَتَى تَذْهَبُ ؟
أَذْهَبُ غَدًا
(=kapan)
(=kapan engkau pergi?)
(=aku pergi besok)
أَيْنَ
أَيْنَ تَذْهَبُ ؟
أَذْهَبُ إِلَى الْقَرْيَةِ
(=dimana)
(=dimana engkau pergi?)
(=aku pergi ke kampung)
كَيْفَ
كَيْفَ تَذْهَبُ ؟
أَذْهَبُ بِالْحَافِلَةِ
(=bagaimana)
(=bagaimana engkau pergi?)
(=aku pergi dengan bus)
كَمْ
كَمْ يَوْمًا تَذْهَبُ ؟
أَذْهَبُ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ
(=berapa)
(=berapa hari engkau pergi?)
(=aku pergi selama tiga hari)
لِمَاذَا / لِمَا
لِمَاذَا تَأَخَّرْتَ ؟
الطَّرِيْقُ مُزْدَحِمَةٌ
(=mengapa)
(=mengapa kau terlambat?)
(=jalanan padat)
لِمَ
لِمَ سَأَلْتَ ذَلِكَ ؟
حَقِيْقَةً لاَ أَفْهَمُ
(=kenapa)
(=kenapa kau bertanya itu?)
(=sungguh aku tidak paham)
لِمَنْ
لِمَنْ هَذَا الْقَلَمُ ؟
هَذَا قَلَمُ أَحْمَدِ
(=punya siapa)
(=kepunyaan siapa pena ini?)
(=ini pena Ahmad)
Buatlah sendiri kalimat-kalimat tanya dari setiap kata-kata tanya di atas!

اِسْم جَامِد
ISIM JAMID


Menurut asal kata dan pembentukannya, Isim terbagi dua:
1.         ISIM JAMID ( اِسْم جَامِد ) yaitu Isim yang tidak terbentuk dari kata lain.
2.         ISIM MUSYTAQ ( اِسْم مُشْتَق ) yaitu Isim yang dibentuk dari kata lain.
Isim Jamid terbagi dua:
a.                                                       ISIM DZAT ( اِسْم ذَات ) atau ISIM JINS ( اِسْم جِنْس )
Contoh: رَجُلٌ (=orang), أَسَدٌ (=singa), نَهْرٌ (=sungai)
b.                                                       ISIM MA'NA ( اِسْم مَعْنَى ) atau MASHDAR ( مَصْدَر )
Contoh: عِلْمٌ   =ilmu), عَدْلٌ   =keadilan), شَجَاعَةٌ  =keberanian)
Mashdar adalah Isim yang menunjukkan peristiwa atau kejadian yang tidak disertai dengan penunjukan waktu. Berbeda dengan Fi'il yang terikat dengan waktu, apakah di waktu lampau, sekarang atau akan datang. Contoh:
أُرِيْدُ أَنْ أُصَلِّيْ
aku ingin shalat --> أُصَلِّي = aku shalat : Fi'il
أُرِيْدُ صَلاَةً
aku ingin shalat --> صَلاَةً = shalat : Mashdar
Setiap Fi'il memiliki Mashdar. Dengan kata lain, Mashdar adalah bentuk Isim dari sebuah Fi'il. Pola pembentukan Mashdar sangat beragam, diantaranya:
a. فَعْلٌ  misalnya:
نَصَرَ - يَنْصُرُ ---> نَصْرٌ  
menolong
b. فِعْلٌ  misalnya: ذَكَرَ - يَذْكُرُ ---> ذِكْرٌ  =mengingat, menyebut
c. فُعَالٌ  misalnya: بَكَى - يَبْكِيَ ---> بُكَاءٌ  =menangis
d. فِعَالٌ  misalnya: قَامَ - يَقُوْمُ ---> قِيَامٌ  =berdiri
e. فُعُوْلٌ  misalnya: سَجَدَ - يَسْجُدُ ---> سُجُوْدٌ  =bersujud
f. إِفْعَالٌ  misalnya: أَطْعَمَ - يُطْعِمُ ---> إِطْعَامٌ =memberi makan
g. فِعَالَةٌ  misalnya: زَرَعَ - يَزْرَعُ ---> زِرَاعَةٌ =berdagang
h.تَعْفِيْلٌ misalnya: عَلَّمَ - يُعَلِّمُ  ---> تَعْلِيْمٌ       =mengajar, memberitahu
i. تَفْعِلَةٌ  misalnya: ذَكَّرَ - يُذَكِّرُ ---> تَذْكِرَةٌ  =mengingatkan
Pahamilah baik-baik nama-nama dan bentuk-bentuk Isim yang terdapat dalam pelajaran ini sebelum melangkah ke pelajaran selanjutnya.

اِسْم مُشْتَق
ISIM MUSYTAQ

Isim Musytaq ialah Isim yang dibentuk dari kata lain dan memiliki makna yang berbeda dari kata pembentuknya. Isim Musytaq itu ada tujuh macam:
1. ISIM FA'IL (اِسْم فَاعِل ) atau Isim Pelaku (yang melakukan pekerjaan).
Isim Fa'il ada dua wazan (pola pembentukan) yaitu:
a.         فَاعِلٌ  bila berasal dari Fi'il Tsulatsi (Fi'il yang terdiri dari tiga huruf)
b.         مُفْعِلٌ  bila berasal dari Fi'il yang lebih dari tiga huruf

FI'IL
ISIM FA'IL
عَلِمَ - يَعْلَمُ  =mengetahui
عَالِمٌ = yang mengetahui
نَامَ - يَنَامُ =tidur
نَائِمٌ =yang tidur
أَكَلَ - يَأْكُلُ =makan
آكِلٌ =yang makan
أَسْلَمَ - يُسْلِمُ =menyerah
مُسْلِمٌ =yang menyerah
أَنْفَقَ - يُنْفِقُ =berinfak
مُنْفِقٌ yang berinfak
اِسْتَغْفَرَ - يَسْتَغْفِرُ =mohon ampun
مُسْتَغْفِرٌ =yang mohon ampun
Disamping itu dikenal pula istilah bentuk MUBALAGHAH ( مُبَالَغَة ) dari Isim Fa'il yang berfungsi untuk menguatkan atau menyangatkan artinya. Contoh:


FI'IL
ISIM FA'IL
ISIM MUBALAGHAH
عَلِمَ-يَعْلَمُ
عَالِمٌ
عَلِيْمٌ / عَلاَّمٌ =yang sangat mengetahui
غَفَرَ-يَغْفِرُ
غَافِرٌ
غَفُوْرٌ / غَفَّارٌ =yang suka mengampuni
نَامَ-يَنَامُ
نَائِمٌ
نَئِيْمٌ / نَوَّامٌ =yang banyak tidur
أَكَلَ-يَأْكُلُ
آكِلٌ
أَكِيْلٌ / أَكَّالٌ  =yang banyak makan

2. ISIM MAF'UL ( اِسْم مَفْعُوْل ) yaitu Isim yang dikenai pekerjaan.
FI'IL
ISIM MAF'UL
غَفَرَ - يَغْفِرُ (mengampuni)
مَغْفُوْرٌ (yang diampuni)
عَلِمَ - يَعْلَمُ (mengetahui)
مَعْلُوْمٌ (yang diketahui)
بَاعَ - يَبِيْعُ  (menjual)
مَبِيْعٌ (yang dijual)
قَالَ - يَقُوْلُ (berkata)
مَقُوْلٌ (yang diucapkan)

3. SIFAT MUSYABBAHAH ( صِفَة مُشَبَّهَة ) ialah Isim yang menyerupai Isim Fa'il tetapi lebih condong pada arti sifatnya yang tetap. Misalnya:
Fi'il
Isim Fa'il
Sifat Musyabbahah
فَرِحَ-يَفْرَحُ =senang
فَارِحٌ
فَرِحٌ =orang senang
عَمِيَ-يَعْمَى =buta
عَامِيٌ
أَعْمَى =orang buta
مَاتَ-يَمُوْتُ =mati
مَائِتٌ
مَيِّتٌ = orang mati
جَاعَ-يَجُوْعُ =lapar
جَائِعٌ
جَوْعَانٌ = orang kelaparan

4. ISIM TAFDHIL ( اِسْم تَفْضِيْل ) ialah Isim yang menunjukkan arti "lebih". Wazan (pola) umum Isim Tafdhil adalah: أَفْعَلُ . Contoh:
Isim Fa'il / Sifat Musyabbahah
Isim Tafdhil
 عَالِمٌ / عَلِيْمٌ =yang mengetahui
أَعْلَمُ =yang lebih mengetahui
كَابِرٌ / كَبِيْرٌ =yang besar
أَكْبَرُ =yang lebih besar
فَاضِلٌ / فَضِيْلٌ =yang utama
أَفْضَلُ =yang lebih utama
قَارِبٌ / قَرِيْبٌ =yang dekat
أَقْرَبُ =yang lebih dekat

Disamping itu, terdapat pula bentuk yang sedikit agak berbeda, seperti:
Sifat Musyabbahah
Isim Tafdhil
شَدِيْدٌ =yang sangat
أَشَدُّ =yang lebih sangat
حَقِيْقٌ =yang berhak
أَحَقُّ =yang lebih berhak
عَزِيْزٌ =yang mulia
أَعَزُّ =yang lebih mulia

5. ISIM ZAMAN (زَمَان اِسْم) yaitu Isim yang menunjukkan waktu dan ISIM MAKAN (مَكَان اِسْم) yaitu Isim yang menunjukkan tempat.
Fi'il
Isim Zaman/Makan
كَتَبَ / يَكْتُبُ  =menulis
مَكْتَبٌ  =kantor
لَعِبَ / يَلْعَبُ  =bermain
مَلْعَبٌ  =tempat bermain
سَجَدَ / يَسْجُدُ  =bersujud
مَسْجِدٌ =masjid
وَلَدَ / يَلِدُ  =melahirkan
مَوْلِدٌ =hari kelahiran
وَعَدَ / يَعِدُ  =menjanjikan
مَوْعِدٌ =hari yang dijanjikan
اِجْتَمَعَ / يَجْتَمِعُ  =berkumpul
مُجْتَمَعٌ =perkumpulan, pertemuan

6. ISIM ALAT ( اِسْم آلَة ) yaitu Isim yang menunjukkan alat yang digunakan untuk melakukan suatu Fi'il atau pekerjaan.

Fi'il
Isim Zaman/Makan
فَتَحَ / يَفْتَحُ  =membuka
مِفْتَاحٌ =kunci
وَزَنَ / يَزِنُ  =menimbang
مِيْزَانٌ =timbangan
جَلَسَ / يَجْلِسُ  =duduk
مَجْلِسٌ =tempat duduk
جَهَرَ / يَجْهَرُ  =nyaring
مِجْهَرٌ =pengeras suara

Pahamilah baik-baik semua jenis-jenis Isim yang terdapat dalam pelajaran ini serta contoh-contohnya sebelum melangkah ke pelajaran selanjutnya.

فِعْل مُجَرَّد
FI'IL MUJARRAD

Menurut asal kata dan pembentukannya, Fi'il terbagi dua:
1. FI'IL MUJARRAD ( فِعْل مُجَرَّد ) yaitu fi'il yang semua hurufnya asli.
2. FI'IL MAZID ( فِعْل مَزِيْد ) yaitu fi'il yang mendapat huruf tambahan.

Fi'il Mujarrad pada umumnya terdiri dari tiga huruf sehingga dinamakan pula FI'IL MUJARRAD TSULATSI ( فِعْل مُجَرَّد ثُلاَثِي ) dan mempunyai enam wazan ( وَزْن ) atau timbangan (pola huruf dan harakat) yakni:
1. فَعَلَ - يَفْعُلُ    misalnya: نَصَرَ - يَنْصُرُ    =menolong)
2. فَعَلَ - يَفْعِلُ   misalnya: جَلَسَ - يَجْلِسُ  =duduk)
3. فَعَلَ - يَفْعَلُ   misalnya: فَتَحَ - يَفْتَحُ   =membuka)
4. فَعِلَ - يَفْعَلُ   misalnya: عَلِمَ - يَعْلَمُ =mengetahui)
5. فَعُلَ - يَفْعُلُ   misalnya: كَثُرَ - يَكْثُرُ =menjadi banyak)
6. فَعِلَ - يَفْعِلُ   misalnya: حَسِبَ - يَحْسِبُ =menghitung)
Disamping Fi'il Mujarrad Tsulatsi yang terdiri dari tiga huruf, terdapat pula Fi'il Mujarrad Ruba'i ( فِعْل مُجَرَّد رُبَاعِي ) yang terdiri dari empat huruf. Fi'il Mujarrad Ruba'i ini hanya mempunyai satu wazan yaitu: فَعْلَلَ- يُفَعْلِلُ . - Contoh: تَرْجَمَ- يُتَرْجِمُ - = menerjemahkan, وَسْوَسَ- يُوَسْوِسُ - =membisikkan waswas),
 يُزَلْزِلُ  -زَلْزَلَ  =menggoncang-goncangkan).
Carilah sebanyak-banyaknya contoh-contoh Fi'il Mujarrad Tsulatsi dari al-Quran dan al-Hadits untuk setiap wazan di atas, beserta artinya masing-masing.
إِعْرَاب اْلاِسْم
I'RAB ISIM

I'rab ialah perubahan baris/bentuk yang terjadi di belakang sebuah kata sesuai dengan kedudukan kata tersebut dalam susunan kalimat. Pada dasarnya, Isim bisa mengalami tiga macam I'rab yaitu:
1.         I'RAB RAFA' ( رَفْع ) atau Subjek; alamat (tanda) aslinya: Dhammah ( ُ )
2.         I'RAB NASHAB ( نَصْب ) atau Objek; alamat (tanda) aslinya: Fathah ( َ   )
3.         I'RAB JARR ( جَرّ ) atau Keterangan; alamat (tanda) aslinya: Kasrah ( ِ   )
Perhatikan contoh dalam kalimat di bawah ini:
جَاءَ الطُّلاَّبُ
= datang siswa-siswa
رَأَيْتُ الطُّلاَّبَ
= aku melihat siswa-siswa
سَلَّمْتُ عَلَى الطُّلاَّبِ
= aku memberi salam kepada siswa-siswa
Isim الطُّلاَّب (=siswa-siswa) pada contoh di atas mengalami tiga macam I'rab:
1)              I'rab Rafa' (Subjek) dengan tanda Dhammah di huruf akhirnya ( الطُّلاَّبُ )
2)              I'rab Nashab (Objek) dengan tanda Fathah di huruf akhirnya ( الطُّلاَّبَ )
3)              I'rab Jarr (Keterangan) dengan tanda Kasrah di huruf akhirnya ( الطُّلاَّبِ )
Alamat I'rab seperti ini dinamakan Alamat Ashliyyah (عَلاَمَات اْلأَصْلِيَّة) atau tanda-tanda asli (pokok).
Perlu diketahui bahwa tidak semua Isim bisa mengalami I'rab atau perubahan baris/bentuk di akhir kata. Dalam hal ini, Isim terbagi dua:
1) ISIM MU'RAB ( اِسْم مُعْرَب ) yaitu Isim yang bisa mengalami I'rab. Kebanyakan Isim adalah Isim Mu'rab artinya bisa berubah bentuk/baris akhirnya, tergantung kedudukannya dalam kalimat.
2) ISIM MABNI ( اِسْم مَبْنِي ) yaitu Isim yang tidak terkena kaidah-kaidah I'rab. Diantara jenis Isim Mabni adalah: Isim Dhamir (Kata Ganti), Isim Isyarat (Kata Tunjuk), Isim Maushul (Kata Sambung), Isim Istifham (Kata Tanya).
Perhatikan contoh Isim Mabni dalam kalimat-kalimat di bawah ini:
جَاءَ هَؤُلاَءِ
= datang (mereka) ini
رَأَيْتُ هَؤُلاَءِ
= aku melihat (mereka) ini
سَلَّمْتُ عَلَى هَؤُلاَءِ
= aku memberi salam kepada (mereka) ini
Dalam contoh-contoh di atas terlihat bahwa Isim Isyarah هَؤُلاَءِ (=ini) tidak mengalami I'rab atau perubahan baris\bentuk di akhir kata, meskipun kedudukannya dalam kalimat berubah-ubah, baik sebagai Subjek, Objek maupun Keterangan. Isim Isyarah termasuk diantara kelompok Isim Mabni.
Bila anda telah memahami baik-baik tentang pengertian I'rab dan tanda-tanda aslinya, marilah kita melanjutkan pelajaran tentang Isim Mu'rab.

اِسْم مَرْفُوْع
ISIM MARFU'

Isim yang mengalami I'rab Rafa' dinamakan Isim Marfu' yang terdiri dari:
1) Mubtada' (Subjek) dan Khabar (Predikat) pada Jumlah Ismiyyah (Kalimat Nominal). Perhatikan contoh-contoh Jumlah Ismiyyah di bawah ini:
اَلْبَيْتُ كَبِيْرٌ
= rumah itu besar
اَلْبَيْتُ كَبِيْرٌ جَمِيْلٌ
= rumah itu besar (lagi) indah
اَلْبَيْتُ الْكَبِيْرُ جَمِيْلٌ
= rumah besar itu indah
اَلْبَيْتُ الْكَبِيْرُ جَمِيْلٌ غَالٌ
= rumah besar itu indah (lagi) mahal
Dalam contoh di atas terlihat bahwa semua Isim yang terdapat dalam Jumlah Ismiyyah adalah Marfu' (mengalami I'rab Rafa'), tandanya adalah Dhammah.
2) Fa'il (Subjek Pelaku) atau Naib al-Fa'il (Pengganti Subjek Pelaku) pada Jumlah Fi'liyyah (Kalimat Verbal). Contoh:
جَاءَ مُحَمَّدٌ
= Muhammad datang
يَغْلِبُ عُمَرُ
= Umar menang
يُغْلَبُ الْكَافِرُ
= orang kafir itu dikalahkan
لُعِنَ الشَّيْطَانُ
= syaitan itu dilaknat
مُحَمَّدٌ (=Muhammad) --> Fa'il  --> Marfu' dengan tanda Dhammah
عُمَرُ (=Umar) --> Fa'il  --> Marfu' dengan tanda Dhammah
الْكَافِرُ (=orang kafir) --> Naib al-Fa'il --> Marfu' dengan tanda Dhammah.
الشَّيْطَانُ (=syaitan) --> Naib al-Fa'il --> Marfu' dengan tanda Dhammah.
Pahamilah baik-baik semua kaidah-kaidah yang terdapat dalam pelajaran ini sebelum melangkah ke pelajaran selanjutnya.

اِسْم مَجْرُوْر
ISIM MAJRUR

Isim yang terkena I'rab Jarr disebut Isim Majrur yang terdiri dari:
1) Isim yang diawali dengan Harf Jarr. Yang termasuk Harf Jarr adalah: بِ (=dengan), لِ (=untuk), فِيْ (=di, dalam), عَلَى (=atas), إِلَى (=ke), مِنْ (=dari), كَـ (=bagai), حَتَّى (=hingga), وَ / تَـ  untuk sumpah (=demi ...).
Perhatikan contoh-contoh berikut:
أَعُوْذُ بِاللهِ
= aku berlindung kepada Allah
أُصَلِّيْ فِي الْمَسْجِدِ
= aku shalat di masjid
وَالْعَصْرِ
= demi masa!
الله / الْمَسْجِد/ الْعَصْر pada kalimat-kalimat di atas adalah Isim Majrur karena didahului/dimasuki oleh Harf Jarr. Tanda Majrurnya adalah Kasrah.
2) Isim yang berkedudukan sebagai Mudhaf Ilaih. Contoh:
رَسُوْلُ اللهِ (=Rasul Allah) --> رَسُوْلُ [Mudhaf], اللهِ [Mudhaf Ilaih]
أَهْلُ الْكِتَابِ (=ahlul kitab) --> أَهْلُ [Mudhaf], الْكِتَابِ [Mudhaf Ilaih]
Mudhaf Ilaih selalu sebagai Isim Majrur, sedangkan Mudhaf (Isim di depannya) bisa dalam bentuk Marfu', Manshub maupun Majrur, tergantung kedudukannya dalam kalimat. Perhatikan contoh-contoh kalimat di bawah ini:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ
= berkata Rasul Allah
أُحِبُّ رَسُوْلَ اللهِ
= saya mencintai Rasul Allah
نُؤْمِنُ بِرَسُوْلِ اللهِ
= kami beriman kepada Rasul Allah
Dalam contoh-contoh di atas, Isim رَسُوْل  merupakan Mudhaf dan bentuknya bisa Marfu' (contoh pertama), Manshub (contoh kedua) maupun Majrur (contoh ketiga). Adapun kata الله sebagai Mudhaf Ilaih selalu dalam bentuk Majrur.
Hafalkanlah istilah-istilah tata bahasa Arab yang terdapat dalam pelajaran ini sebelum melangkah ke pelajaran selanjutnya.
إِنَّ وَ كَانَ وَ أَخَوَاتُهُمَا
"INNA" DAN "KANA" SERTA "KAWAN-KAWANNYA"
Kata  إِنَّ (=sesungguhnya) dan  كَانَ (=adalah) serta kawan-kawannya sedikit mengubah kaidah I'rab yang telah kita pelajari sebelumnya sebagai berikut:
1) Bila Harf  إِنَّ (=sesungguhnya) atau kawan-kawannya memasuki sebuah Jumlah Ismiyyah ataupun Jumlah Fi'liyyah maka Mubtada' atau Fa'il yang asalnya Isim Marfu' akan menjadi Isim Manshub. Perhatikan contoh di bawah ini:
Jumlah tanpa Inna
Jumlah dengan Inna
اَلْبَيْتُ كَبِيْرٌ
إِنَّ الْبَيْتَ كَبِيْرٌ
(=rumah itu besar)
(=sesungguhnya rumah itu besar)
اَلْبَيْتُ الْكَبِيْرُ غَالٌ
لَكِنَّ اَلْبَيْتَ الْكَبِيْرَ غَالٌ
(=rumah besar itu mahal)
(=akan tetapi rumah besar itu mahal)
نَصَرَ اللهُ الْمُؤْمِنَ
لَعَلَّ اللهَ يَنْصُرُ الْمُؤْمِنَ
(=Allah menolong mukmin)
(=semoga Allah menolong mukmin)
Yang termasuk kawan-kawan إِنَّ antara lain:
أَنَّ (=bahwasanya), كَأَنَّ (=seolah-olah), لَكِنَّ (=akan tetapi), لَعَلَّ (=agar supaya), لَيْتَ (=andaisaja), لاَ (=tidak, tidak ada).
2) Bila Fi'il  كَانَ (=adalah) atau kawan-kawannya memasuki sebuah Jumlah Ismiyyah maka Khabar yang asalnya Isim Marfu' akan menjadi Isim Manshub.
Jumlah tanpa Kana
Jumlah dengan Kana
اَلْبَيْتُ كَبِيْرٌ
كَانَ الْبَيْتُ كَبِيْرًا
(=rumah itu besar)
(=adalah rumah itu besar)
اَلْبَيْتُ كَبِيْرٌ جَمِيْلٌ
ظَلَّ الْبَيْتُ كَبِيْرًا جَمِيْلاً
(=rumah itu besar lagi cantik)
(=jadilah rumah itu besar lagi cantik)
مُحَمَّدٌ سَعِيْدٌ
مَا زَالَ مُحَمَّدٌ سَعِيْدًا
(=Muhammad bahagia)
(=Muhammad senantiasa bahagia)
Adapun yang termasuk kawan-kawan كَانَ (=adalah) antara lain:
أَصْبَحَ / أَضْحَى / ظَلَّ / أَمْسَى / بَاتَ / صَارَ (=menjadi),
مَا زَالَ (=senantiasa), مَا دَامَ (=selama), مَا (=tidak), لَيْسَ (=tidak).
Pahamilah baik-baik semua kaidah-kaidah yang terdapat dalam pelajaran ini sebelum melangkah ke pelajaran selanjutnya.

عَلاَمَات الْفَرْعِيَّة
ALAMAT FAR'IYYAH (TANDA-TANDA CABANG)


Dalam pelajaran-pelajaran yang lalu kita sudah melihat Alamat Ashliyyah atau tanda-tanda asli (pokok) dari I'rab yaitu baris Dhammah untuk I'rab Rafa', baris Fathah untuk I'rab Nashab, dan baris Kasrah untuk I'rab Jarr.
Diantara bentuk-bentuk Isim, ada yang menggunakan tanda-tanda yang berbeda dari Alamat Ashliyyah untuk menunjukkan I'rab Rafa', Nashab atau Jarr tersebut, karena bentuknya yang khas, mereka menggunakan Alamat Far'iyyah yaitu:
1) Isim Mutsanna (Kata Benda Dual).
a. I'rab Rafa' ditandai dengan huruf Alif-Nun ( ان )
b. I'rab Nashab dan I'rab Jarr ditandai dengan huruf Ya-Nun ( ين )
جَاءَ رَجُلاَنِ
= datang dua orang lelaki
رَأَيْتُ رَجُلَيْنِ
= aku melihat dua orang lelaki
سَلَّمْتُ عَلَى رَجُلَيْنِ
= aku memberi salam kepada dua orang lelaki
2) Isim Jamak Mudzakkar Salim (Kata Benda Jamak Laki-laki Beraturan).
a. I'rab Rafa' ditandai dengan huruf Wau-Nun ( ون )
b. I'rab Nashab dan I'rab Jarr ditandai dengan huruf Ya-Nun ( ين )
جَاءَ الْمُسْلِمُوْنَ
= datang kaum muslimin
رَأَيْتُ الْمُسْلِمِيْنَ
= aku melihat kaum muslimin
سَلَّمْتُ عَلَى الْمُسْلِمِيْنَ
= aku memberi salam kepada kaum muslimin
3) Al-Asma' al-Khamsah ( اَلأَسْمَاء الْخَمْسَة ) atau "isim-isim yang lima" yakni: أَبٌ (=ayah), أَخٌ (=saudara), حَمٌ (=ipar), ذُوْ (=pemilik) dan فَمٌ (=mulut). Isim-isim ini memiliki perubahan bentuk yang khas sebagai berikut:
a. I'rab Rafa' ditandai dengan huruf Wau ( و ) di akhirnya
b. I'rab Nashab ditandai dengan huruf Alif ( ا) di akhirnya
c. I'rab Jarr ditandai dengan huruf Ya ( ي ) di akhirnya

جَاءَ أَبُوْ بَكْرٍ
= datang Abubakar
رَأَيْتُ أَبَا بَكْرٍ
= aku melihat Abubakar
سَلَّمْتُ عَلَى أَبِيْ بَكْرٍ
= aku memberi salam kepada Abubakar
Hafalkanlah kelompok-kelompok Isim yang mempunyai tanda-tanda I'rab yang khas ini, sebelum melangkah ke pelajaran selanjutnya.

اِسْم غَيْرُ مُنَوَّن
ISIM GHAIRU MUNAWWAN (Isim yang Tidak Menerima Tanwin)

Dalam kaitannya tentang Alamat I'rab Far'iyyah (tanda-tanda I'rab cabang), kita harus mempelajari golongan Isim yang huruf akhirnya tidak menerima baris tanwin maupun kasrah (hanya menerima baris dhammah dan fathah). 
Isim-isim ini dinamakan ISIM GHAIRU MUNAWWAN yang terdiri dari:
Seperti dinyatakan di awal tadi, Isim-isim di atas huruf akhirnya tidak menerima baris tanwin dan kasrah. Oleh karena itu, dalam kaitannya dengan I'rab, Isim Ghairu Munawwan mempunyai alamat atau tanda-tanda I'rab sebagai berikut:
a. I'rab Rafa' dan I'rab Nashab tetap menggunakan Alamat Ashliyyah yakni baris Dhammah untuk I'rab Rafa' dan baris Fathah untuk I'rab Nashab.
b. I'rab Jarr tidak menggunakan baris Kasrah melainkan baris Fathah.
جَاءَ سُلَيْمَانُ
= datang Sulaiman
رَأَيْتُ سُلَيْمَانَ
= aku melihat Sulaiman
سَلَّمْتُ عَلَى سُلَيْمَانَ
= aku memberi salam kepada Sulaiman
Sebagai perkecualian, bila Isim-isim tersebut menggunakan awalan Alif-Lam Ma'rifah, maka ia menerima baris kasrah bila terkena I'rab Jarr. Perhatikan:
سَلَّمْتُ عَلَى قَبَائِلَ
= aku memberi salam kepada suku-suku
سَلَّمْتُ عَلَى الْقَبَائِلِ
= aku memberi salam kepada suku-suku itu
سَلَّمْتُ عَلَى عُلَمَاءَ
= aku memberi salam kepada para ulama
سَلَّمْتُ عَلَى الْعُلَمَاءِ
= aku memberi salam kepada para ulama itu
Namun masih ada lagi kelompok Isim Ghairu Munawwan yang huruf akhirnya selalu tetap, tidak mengalami perubahan baris apapun. Yaitu:
12) Isim-isim yang huruf akhirnya Alif Maqshurah (
أَلِف مَقْصُوْرَة ) atau Alif Bengkok ( ى tanpa titik dua). Misalnya: مُوْسَى (=Musa), عِيْسَى (=Isa), هُدَى (=petunjuk), طُوَى (=Thuwa: nama bukit), dan sebagainya.
Isim-isim ini huruf akhirnya tidak pernah berubah, dalam keadaan I'rab apapun.
جَاءَ مُوْسَى
= datang Musa
رَأَيْتُ مُوْسَى
= aku melihat Musa
سَلَّمْتُ عَلَى مُوْسَى
= aku memberi salam kepada Musa
Hafalkanlah istilah-istilah tata bahasa Arab yang terdapat dalam pelajaran ini sebelum melangkah ke pelajaran selanjutnya.
إِعْرَب فِعْل الْمُضَارِع
I'RAB FI'IL MUDHARI'

Fi'il Mudhari' juga mengalami I'rab atau perubahan baris/bentuk di akhir kata bila didahului oleh harf-harf tertentu. Fi'il Mudhari mengenal tiga macam I'rab:
1) I'RAB RAFA' ialah bentuk asal dari Fi'il Mudhari' dengan alamat (tanda):
a. Baris Dhammah: أَفْعَلُ / نَفْعَلُ / تَفْعَلُ / يَفْعَلُ
b. Huruf Nun:
تَفْعَلِيْنَ / تَفْعَلاَنِ / تَفْعَلُوْنَ / يَفْعَلاَنِ / يَفْعَلُوْنَ
2) I'RAB NASHAB bila dimasuki Harf Nashab. Alamatnya adalah:
a. Baris Fathah: أَفْعَلَ / نَفْعَلَ / تَفْعَلَ / يَفْعَلَ
b. Hilangnya huruf Nun:
تَفْعَلِيْ / تَفْعَلاَ / تَفْعَلُوْا / يَفْعَلاَ / يَفْعَلُوْا
Adapun yang termasuk Harf Nashab ialah: أَنْ (=bahwa), لَنْ (=tidak akan), إِذَنْ (=kalau begitu), كَيْ (=supaya), حَتَّى (=hingga), لـِ (=untuk).
Perhatikan contoh-contohnya dalam kalimat:

Fi'il Mudhari' Rafa'
Fi'il Mudhari' Nashab
أَنَا أَكْتُبُ الدَّرْسَ
أُرِيْدُ أَنْ أَكْتُبَ الدَّرْسَ
(=saya menulis pelajaran)
(=saya mau menulis pelajaran)
هُمْ يَدْرُسُوْنَ. هُمْ يَفْهَمُوْنَ.
هُمْ يَدْرُسُوْنَ حَتَّى يَفْهَمُوْا
(=mereka belajar. mereka mengerti)
(=mereka belajar hingga mengerti)
3) I'RAB JAZM ( جَزْم ) bila dimasuki Harf Jazm. Alamatnya ada tiga:
a. Baris Sukun: أَفْعَلْ / نَفْعَلْ / تَفْعَلْ / يَفْعَلْ
b. Hilangnya huruf Nun:
تَفْعَلِيْ / تَفْعَلاَ / تَفْعَلُوْا / يَفْعَلاَ / يَفْعَلُوْا
c. Hilangnya huruf 'Illat (
عِلَّة ) atau "huruf penyakit" yaitu ا / و / ى
Adapun yang termasuk Harf Jazm terbagi dalam dua kelompok:
1. Harf Jazm yang men-jazm-kan satu fi'il saja yaitu: لَمْ (=tidak), لَمَّا (=belum), لِـ/لْـ untuk perintah (=hendaklah), لاَ untuk larangan (=jangan).
Perhatikan contoh-contohnya dalam kalimat:
Fi'il Mudhari' Rafa'
Fi'il Mudhari' Jazm
هُوَ يَدْرُسُ وَهُوَ يَفْهَمُ
لَمْ يَدْرُسْ وَلَمْ يَفْهَمْ
(=dia belajar, dia mengerti)
(=dia belum belajar dan dia belum mengerti)
أَنْتُمْ تَدْخُلُوْنَ بَيْتِيْ
لاَ تَدْخُلُوْا بَيْتِيْ
(=kalian memasuki rumahku)
(=jangan memasuki rumahku)
2. Harf Jazm yang men-jazm-kan dua fi'il yaitu: إِنْ (=jika), مَنْ (=siapa), مَا (=apa), مَهْمَا (=jangan), مَتَى (=kapan), أَيَّانَ (=kapan), أَيْنَ (=dimana), أَيْنَمَا (=dimana saja), أَنَّى (=darimana), حَيْثُمَا (=darimana saja), كَيْفَمَا (=bagaimana saja), أَيُّ (=yang mana).
Contoh I :

أَنْتَ تَعْمَلُ بِعَمَلٍ ؛ أَنْتَ تُجْزَى بِهِ
(=engkau mengerjakan suatu pekerjaan; engkau akan dibalas dengannya)
إِنْ تَعْمَلْ بِعَمَلٍ تُجْزَ بِهِ
(=jika engkau mengerjakan suatu pekerjaan, engkau akan dibalas dengannya)
Contoh II :

هُوَ يُؤْمِنُ بِاللهِ ؛ اللهُ يَهْدِيْ قَلْبَهُ
(=dia beriman kepada Allah; Allah menunjuki hatinya)
مَنْ يُؤْمِنْ بِاللهِ يَهْدِ قَلْبَهُ
(=siapa yang beriman kepada Allah, Dia akan menunjuki hatinya)
Contoh III :

أَنْتُمْ تَفْعَلُوْنَ مِنْ خَيْرٍ ؛ اللهُ يَعْلَمُهُ
(=kalian melakukan suatu kebaikan; Allah mengetahuinya)
مَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللهُ
(=kebaikan apa saja yang kalian lakukan, Allah mengetahuinya)
Contoh IV :

أَنْتُمْ تَتَّقُوْنَ اللهَ ؛ أَنْتُمْ تُفْلِحُوْنَ
(=kalian bertaqwa kepada Allah; kalian beruntung)
مَتَى تَتَّقُوا اللهَ تُفْلِحُوْا
(=kapan kalian bertaqwa kepada Allah, kalian bertuntung)
Contoh V :

هُمَا يَذْهَبَانِ ؛ هُمَا يُخْدَمَانِ
(=mereka berdua pergi; mereka berdua dilayani)
أَيْنَمَا يَذْهَبَا يُخْدَمَا
(=kemana saja mereka berdua pergi, akan dilayani)
Contoh VI :

أَنْتَ تَقْرَأُ كِتَابًا ؛ تَسْتَفِيْدُ مِنْهَا
(=engkau membaca sebuah buku; engkau memperoleh manfaat darinya)
أَيُّ كِتَابٍ تَقْرَأْ تَسْتَفِدْ
(=buku apa saja yang engkau baca, engkau akan memperoleh manfaat)
Bila anda telah mengerti dan menghafalkan semua pelajaran yang telah diberikan, anda sudah cukup memiliki bekal untuk mengembangkan keterampilan bahasa Arab anda dengan bantuan Kamus Bahasa Arab. Selamat belajar dan berlatih!

1 komentar: